Tanggal Hari Ini : 21 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Kampus Tempat yang Tepat Menyemaikan Kewirausahaan
Kamis, 12 Mei 2011 19:05 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Kampus adalah tempat yang tepat untuk menyemaikan kewirausahaan di Indonesia. Hal itu diungkapkan Sandiaga Salahuddin Uno (41) saat memberikan ‘bekal kewirausahaan’ dihadapan ribuan mahasiswa yang hadir dalam event Wirausaha Mandiri beberapa waktu lalu.
Menurut  Sandiaga, upaya Bank Mandiri mengembangkan program CSR kewirausahaan berbasis kampus saat ini sangat tepat. Indonesia memerlukan lebih banyak pewirausaha-pewirausaha baru yang tangguh untuk mengembangkan sumberdaya yang dimiliki Indonesia
Untuk menjadi pewirausaha yang tangguh, lanjutnya,  dibutuhkan lingkungan yang kondusif. Kampus sangat tepat dijadikan basis pengembangan kewirausahaan, karena selain memiliki basis pengetahuan dan teknologi, kampus juga memiliki potensi sebagai wahana membentuk karakter dasar seseorang.
Miliarder muda, pemegang gelar MBA dari The George Washington University  ini mensyaratkan 5 karakter yang harus dimiliki oleh seorang pewirausaha, pertama, kreatif. Seorang pewirausaha, lanjut Sandiaga, harus percaya diri dan kreatif.
“Kreatif itu, apa saja bisa dijadikan ide usaha, tinggal bagaimana mengemas usahanya menjadi lebih bernilai dan berkembang,” cetusnya.
Syarat kedua, berani gagal. Ketika memutuskan menjadi pewirausaha, maka keputusan itu harus bersanding dengan keberanian untuk gagal.
“Saat menjalankan usaha, usaha saya tidak langsung berjalan lancar, saya juga mengalami berbagai kegagalan, tetapi saya juga sangat banyak belajar dari berbagai kegagalan tersebut,” ujar pemilik dari PT Saratoga Investama Sedaya ini. 

Syarat ketiga, harus memiliki mindset berani maju. Mindset berani maju menurut Sandiaga adalah kemampuan seorang pewirausaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa usaha yang dijalankan akan berkembang besar, dan  memiliki peluang untuk maju.
“Seorang pewirausaha harus berani mengembangkan usahanya, jangan hanya puas pada level tertentu,” cetusnya.
Syarat keempat, seorang pewirausaha harus memiliki persepsi positif terhadap hutang. Hutang untuk mengembangkan usaha memiliki dimensi positif, karena itu seorang pewirausaha juga harus berani berhutang untuk mengembangkan usahanya. Karena jika hanya mengandalkan kemampuan modal dari diri sendiri, maka kemampuannya akan terbatas dan skala usaha yang dikembangkan akan tertinggal.
Syarat kelima,  seorang pewirausaha harus berorientasi pada kerja dan fokus menjalaninya. Berorentasi pada kerja berarti memiliki cara dan kemampuan mencari solusi setiap ada masalah dari usaha yang dijalankan, serta memiliki kemampuan belajar dan mencari peluang dari setiap kegagalan yang pernah dialaminya.
“Jangan mudah menyerah,” cetusnya.

Kembangkan Bakat dan Hobby
Pembicara lain yang memberikan ‘pembekalan kewirausahaan’ di event tersebut adalah
Nicholas Saputra (27), aktor muda berbakat Indonesia,  berdarah Jerman - Jawa, yang kini masih berstatus mahasiswa di Teknik Arsitektur, Universitas Indonesia.
Menurut aktor  yang banyak  menjadi bintang iklan berbagai produk dan model video klip ini, untuk memulai usaha sebaiknya di mulai dari passion karena menurutnya hal tersebut paling penting dan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dikembangkan.
“Bakat dan hobby dapat dijadikan bekal wirausaha. Saya menjadi aktor juga tidak ada bedanya dengan menjadi pewirausaha. Karena saya juga menjual jasa, dan saya harus terus belajar bagaimana saya dapat mengembangkan kemampuan saya dan tetap dapat bertahan di segala zaman,” cetusnya.

Expo Wirausaha Mandiri
Kegiatan penghargaan Wirausaha Mandiri 2010 juga dirangkaikan dengan acara Expo Wirausaha Mandiri yang diselenggarakan selama tiga hari dari tanggal 20 hingga 22 Januari 2011 betempat di Jakarta Hall Convention Centre, yang diikuti oleh 180 peserta. Dalam acara tersebut ditampilkan  profil dan usaha para finalis Wirausaha Mandiri dari tahun 2007 hingga tahun 2010, mitra binaan Bank Mandiri.
Komitmen Bank Mandiri untuk terus mengembangkan kewirausahaan tidak hanya sebatas menyelenggarakan kegiatan event Wirausaha Mandiri setiap tahun tetapi juga memberikan pelatihan mengenai kewirausahaan secara terintegrasi kepada para finalis Wirausaha Mandiri. Pelatihan serupa juga diberikan kepada mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Bank Mandiri juga memberikan modul-modul pembelajaran kewirausahaan kepada sejumlah perguruan tinggi di tanah air.  Modul kewirausahaan disusun bersama oleh para pakar kewirausahaan dari Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Unversitas Padjadjaran, Insitut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Insitut Teknologi 10 November Surabaya yang penyusunannya difasilitasi oleh Bank Mandiri.
Diharapkan, modul-modul tersebut dapat menjadi bahan referensi dan pembelajaran kewirausahaan di perguruan tinggi serta menciptakan kesamaan midset dalam memandang dan menggelorakan kewirausahaan di tanah air.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari