Tanggal Hari Ini : 13 Dec 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Ahmad Nurul Badri Terus Mencari Bisnis yang Pas
Rabu, 02 Mei 2012 11:17 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Untuk menafkahi keluarganya Ahmad Nurul Badri  (41) menjadi pedagang asongan di Jl Cinere dan Gas Alam Cibubur.  Rasa was-was selalu menghantui lelaki yang memiliki hobi ngobrol dan membaca ini kala sedang berdagang.Maklum, cara ia berdagang menganggu kelancaran lalulintas. “Tak heran kalau kami selalu dikejar-kejar tranktib,”paparnya berceloteh.

Lelah selalu dihantui rasa khawatir lelaki yang kerap disapa Ahmad inipun akhirnya beralih pada usaha yang lebih aman, berjualan gantungan kunci di sekolah-sekolah dasar di sekitar Cibubur. “Ngambil barangnya jauh di Bekasi, untungnya tipis. Untuk mendapatkan untung Rp 100 ribu, saya harus mampu menjual sebanyak 50 gantungan kunci, dan itu tidak mudah karena tidak setiap hari anak-anak membeli gantungan kunci,”keluh lelaki berkulit putih ini.

 Membuat Boneka Gantung

Lantas Ahmad yang mengaku lulusan Tsanawiyah di Bandung ini mencari ide untuk mendapatkan keuntungan Rp 100 ribu hanya dari lima orang pembeli. “Saya terinspirasi dari gantungan kunci yang saya jual, bila dibuat sedikit besar pasti menarik. Akhirnya tahun 2007 dengan modal Rp360 ribu untuk membeli kain fanel dan dakron saya membuat boneka gantung. Waktu itu saya buat dua buah boneka tulang, setiap tulang saya tempelkan huruf dengan inisial nama anak saya. Hurufnya saya buat dari kain fanel berwarna-warni,”kenangnya.

Boneka tulang tersebut di pajang Ahmad di pinggir jalan Margonda, Depok  yang merupakan pasar kaget setiap hari Minggu. Tanpa di duga, di hari pertama Ahmad langsung mendapat pesanan sebanyak 15 buah.“ Mereka minta dibuatkan huruf sesuai inisial nama anak mereka. Saat itu harga perpices Rp 15 ribu,”ungkapnya.Dinilai menjanjikan akhirnya ia fokus menjalankan bisnis boneka gantung dan memberi merek dagang Champernique yang berarti kecil, indah dan menarik.Dengan keunikan produk yang dibuat, pesananpun terus bertambah.

“Dari pembeli, banyak yang ingin menjadi agen,”papar anak pertama dari enam bersaudara pasangan Alm Asep Badri dan Ai Kholisoh ini.Agar agen juga mendapat keuntungan lumayan, Ahmad memberikan harga khusus, namun minimal pembelian sebanyak 20 pices. Ternyata trik ini cukup berhasil, meski saya tidak memiliki cabang sendiri, tapi produk saya sudah sampai ke luar daerah seperti, Jawa, Bangka-Belitung, Kalimantan, Sulawesi dan daerah lainnya,”jelasnya bangga.

Terus Berinovasi

Sayangnya, para agen yang menjadi mitranya, lanjut Ahmad, jarang yang melakukan repeat order.“Saya melihat produk  ini hanya dibeli sekali saja karena desainnya kurang inovatif. Akhirnya saya berinovasi untuk membuat desain binatang, buah-buahan, mobil serta desain lainnya. Lantas saya lakukan survey, ternyata benar, pelanggan saya berminat kembali memasarkan. Motif binatang, buah dan mobil dengan warna ceria sangat diminati pelanggan,”aku suami dari Umahmi (45) ini.

Tak hanya desain, bahan bakupun menjadi perhatian Ahmad. “Saya menggunakan kain fanel dari Taiwan dan dakron kualitas nomor satu. Bukannya saya tidak menyukai produk lokal, tetapi hasilnya kurang bagus, berbulu, pelanggan saya banyak yang complain,”ungkap Ahmad. Untuk merekatkan hurufpun, Ahmad memilih menggunakan lem tembak dengan alasan lebih tahan lama dan tidak merusak produk. Harga yang ditawar ayah dua orang putra ini kini bervariasi mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu, tergantung desain boneka dan banyaknya huruf yang dipesan.

Melalui strategi yang dilakukannya, kini kapasitas produksi usahanya kian meningkat. Gerai usahanya yang berada di Jl Kemang / H. Iming No.8 Rt01/02 Beji, Depok ini sudah mencapai 1000 pices setiap bulan.“Yang paling banyak diminati adalah desain binatang. Jadi saya perbanyak pembuatan binatang,”jelasnya. Untuk membuat produk sebanyak itu Ahmad dibantu oleh 10 orang karyawannya. Kini omzetnya telah mencapai Rp 15 juta perbulan.

Ke depan lelaki yang memiliki kiat bisnis pantang menyerah ini berharap mampu memperbanyak stock produk dan memperluas pasar.“Saat ini permintaan agen lebih banyak dari pada produksi. Jadi, kapasitas produksi harus diperbanyak, tetapi saya masih berkendala dengan modal. Mudah-mudahan ke depan kendala ini bisa teratasi dan saya bisa memenuhi permintaan agen dan memperluas pasar,”jelasnya berangan.          

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari