Tanggal Hari Ini : 21 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Manisnya Bisnis Manisan Buah
Kamis, 03 Mei 2012 13:57 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Siapa sangka,  cabe, terong, belimbing wuluh, dan kulit semangka dan banyak lagi jenis buah-buahan dapat dijadikan manisan. Bukan hanya buah, aneka jenis sayuran juga dapat dijadikan manisan, dan bisnis dari aneka manisan ini juga sangat manis. 

Ny Hj. Alicce Hanafi, wanita asal surabaya ini menjadikan aneka buah dan sayuran menjadi manisan. Semula ia membuat hanya dikonsumsi sendiri, namun lama kelamaan ia berfikir bahwa manisan hasil buatannya juga dapat dijual dan dapat menjadi bisnis yang menarik.

Ide membuat manisan buah ini berawal saat Hanafi, suaminya, membawa manisan terong dari Lombok, NTB, sebagai oleh-oleh. Saat itu Alicce heran, buah seperti terong pun ternyata dapat dijadikan manisan. Manisan terong tersebut dicoba dimakan, namun menurutnya rasanya terlalu manis. Ia kemudian mencoba membuat manisan terong sendiri dengan takaran gula yang lebih sedikit. Ternyata setelah dicoba rasanya pas seperti yang diharapkan.

“Saya mencoba membuat manisan terong sendiri, hasilnya saya berikan kepada tetangga-tetangga untuk dicoba. Ternyata mereka tertarik dan bilang bahwa manisan terong yang saya buat cukup enak dan mereka menyukainya” ujar Alicce.

 Ia kemudian berfikir, jika buah terong saja dapat dijadikan manisan, maka buah yang lain juga pasti bisa. Kebetulan saat itu sedang musim buah tomat. Buah tomat melimpah di pasar-pasar tradisional, dan harganya sangat murah. Ia membeli tomat sebagai bahan baku pembuatan manisan, dan setelah jadi, manisan tomatpun banyak yang menyukainya.

Mencoba Berbisnis

Beberapa kali mencoba membuat manisan dari buah, dan menurut tetangganya cukup enak, membuat Alicce berfikir untuk mencoba berbisnis manisan. Ia kemudian membuat manisan dari beberapa buah yang lain. Selain terong dan tomat, Alicce membuat manisan dari belimbing wuluh, manisan cabe, manisan wortel, dll. Saat itu ia telah mencoba membuat manisan dari 15 jenis buah-buahan yang berbeda.  

Meski pada saat-saat awal memulai usaha menjual manisan dilakukan dengan packaging yang sangat sederhana, namun peminat dan pelangganya sudah mulai banyak. Mula-mula memang para tetangga yang membeli, namun setelah Alicce membuat blog dan memasarkan manisan buah dan sayur secara online, pelanggannya semakin bertambah, bukan hanya dari Surabaya tetapi pelanggan dari berbagai kota di Indonesia. Bahkan ada pesanan yang khusus dibawa keluar negeri sebagai oleh-oleh.   

Melihat minat manisan buah dan sayur yang kian meluas, Alicce akhirnya membuka counter  khusus penjualan manisan buah dan sayur ini di Dupak Grosir Surabaya. Ia kemudian membuka lagi kios manisan buah dan sayur di JMP II Surabaya, Lantai Dasar, dan membuka cabang di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik.

 

Berbeda

Manisan buah dan sayur ‘Toeniel’ yang diproduksi Alicce berbeda dengan jenis manisan lainnya yang ada di pasaran. Bahkan berbeda dengan jenis manisan buah dari Bogor atau bandung. Jika manisan buah dari Bogor atau Bandung termasuk jenis manisan basah karena masih mengandung air, sedangkan manisan “Toeniel’ kering.

Manisan “Toeniel’ diproduksi dengan mengedepankan penggunaan bahan baku yang terbaik, diolah secara higienis serta tidak menggunakan bahan pengawet sedikitpun. Manisan hanya dibuat dari gula asli, sisa larutan gula yang digunakan untuk pembuatan manisan buah dimanfatkan sebagai sirup buah.

 

Oleh-Oleh Khas Surabaya

Meski memulai dari usaha kecil, berawal dari usaha rumahan, namun Alicce ingin usaha manisan buah dan sayur ‘Toeniel’ dapat menjadi icon oleh-oleh khas Surabaya. Saat ini hanya ada beberapa produk yang dikenal masyarakat sebagai oleh-oleh khas Surabaya, yaitu bandeng, kerupuk dan terasi. Alicce ingin manisan buah dan sayur menjadi oleh-oleh baru dari kota Pahlawan ini.

Soal harga, Alicce mengaku harga manisan ‘Toeniel’ lebih mahal dari harga manisan buah biasa, namun ia mengaku  penggunaan bahan baku yang bagus, menggunakan gula asli tanpa bahan pengawet, serta proses pembuatan manisan yang cukup panjang, adalah jaminan produk terbaik yang ia berikan.

Yang cukup membanggakan Alicce, usahanya kini mampu memberikan pekerjaan bagi 14 orang yang bekerja dibagian produksi, dan 2 orang sebagai staf counter. Usaha yang semula hanya iseng-iseng dan bermodal hanya Rp25ribu kini mampu membukukan omzet Rp30juta setiap bulan.  Dan iapun terus mencoba membuat manisan dari bahan lainnya, misalnya  manisan bunga pepaya, manisan kecipir, manisan labu siam, manisan waluh, manisan pace, dan lain-lain. Di tangan Alicce, semua bisa dijadikan manisan, dan semua bisa dijual.

 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari