Tanggal Hari Ini : 21 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Suryati Menghidupkan Kue Khas Malino
Kamis, 03 Mei 2012 16:42 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Aneka makanan ringan nusantara sangat beragam, baik bentuk dan rasanya. Di Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Suryati (52) bersama Hamzah, suaminya, selama 20 tahun lebih  tetap setia membuat aneka makanan khas Malino. Sebagian besar kue-kue tradisional ini terbuat dari bahan-bahan hasil bumi yang ada di daerah tersebut, seperti kacang, uah markisa, kelapa, dll.

Kue khas Malino yang dibuat Suryati tersebut antara lain, tenteng kacang, tenteng jahe, tenteng wijen, sirup markisa, dodol markisa, dodol tomal, dodol ketan hitam, dan kacang tumbuh. Dalam seminggu Suryati menghabiskan bahan baku sebanyak 200 liter yang terdiri dari gula, tepung beras, kelapa, dll. Produk-produk tersebut dijual di pasar-pasar Kecamatan Tinggimoncong, yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Kue-kue khas Malino, menurut Suryati sangat diminati oleh anak-anak. Selain terbuat dari bahan-bahan alami yang ada di daerah Malino, kue yang dibuatnya juga tidak menggunakan bahan pewarna dan bahan pengawet. Produk-produk tersebut kini sudah populer dan banyak dijadikan sebagai oleh-oleh bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

 

Usaha Keluarga

Usaha pembuatan kue khas Malino ini bagi Suryati merupakan usaha keluarga yang sudah dijalankan oleh kedua orangtuanya sejak dulu. Ia bersama keluarga memilih melanjutkan usaha ini karena prospek usaha kue tradisional ini cukup baik. Peminat kue Malino, menurutnya masih sangat luas dan banyak, baik tua maupun muda sangat menyukainya. Bahkan pada hari tertentu, seperti menjelang lebaran atau tahun ajaran baru tiba permintaan kue-kue tradisional Malino sangat meningkat drastis jumlahnya. Bagi masyarakat Gowa, Sulawesi Selatan, hari raya tidak lengkap rasanya jika tidak tersedia hidangan aneka kue seperti tenteng kacang, tenteng jahe, tenteng wijen, atau aneka sirup dan dodol dari markisa.

Para pekerja yang membantu usahanya, selain keluarga terdekat, juga  para tetangga yang tidak jauh dari tempat mereka tinggal. Cara pengolahan sejak dahulu masih menggunakan teknologi sederhana, dan masih tradisional. Namun Suryati ingin terus mengembangkan usahanya dengan mempromosikan produk-produknya ke berbagai tempat di pasar-pasar tradisional di Gowa. Selain itu ia juga  memperbaiki kemasan menjadi lebih baik, menjaga mutu dan kualitas produk dengan lebih baik, serta menambah outlet penjualan. Selain menjual produk kue tersebut di pasar-pasar tradisional, Suryati juga membuka toko kecil yang menjual aneka produk kue tradisional Malino di rumahnya.

Suryati mengakui, untuk mengembangkan usahanya, modal masih menjadi kendala utama. Maklum sejak awal usahanya berdiri, modal yang digunakan juga sangat minim. Peralatan yang digunakan sehari-hari juga peralatan rumah tangga biasa, bahan baku yang digunakan juga terbatas dari hasil penjualan produk, serta keuntungan yang diperoleh digunakan untuk berbagai keperluan keluarga sehari-hari, sehingga modal yang dapat dihimpun dari tahun ke tahun belum sebesar yang diharapkan.

Untuk mengembangkan usahanya lebih besar, tahun 2008 lalu, Suryati mengajukan pinjaman ke Bank BRI Cabang Sunguminasa, Gowa, Sulawesi Selatan sebesar Rp20juta. Uang tersebut digunakan untuk memperbaiki sarana dan prasarana tempat usaha, serta sebagian digunakan untuk penyediaan bahan baku pembuatan produk kue.  Dukungan kredit Bank BRI tersebut membuat usahanya menggeliat lebih besar, volume produk yang dihasilkan lebih banyak, serta kemampuan untuk meningkatkan kualitas produk menjadi lebih baik. Pada akhirnya dukungan kredit ini memberikan penguatan bagi usaha yang digeluti Suryati. 

Bahkan untuk membantu mengembangkan usaha Suryati, Bank BRI membantu memberikan dukungan berbagai pelatihan, diantaranya pelatihan manajemen keuangan sederhana, pelatihan pembukuan usaha, serta mengajak Suryati ke berbagai pameran produk secara gratis. Tujuannya, agar Suryati terbuka wawasannya untuk mengembangkan produk-produk yang dihasilkan sehingga usahanya maju dan bermanfaat bagi keluarga dan amsyarakat sekitarnya. n  

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari