Tanggal Hari Ini : 24 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Kalau Buah Naga Jadi Sirup
Jumat, 04 Mei 2012 15:24 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Buah naga selain enak dimakan langsung ternyata juga dapat dijadikan sirup maupun minuman fermentasi.  Sri Subekti (47) dan Suaminya Warjimin, memiliki cara agar hasil panennya tetap memiliki nilai ekonomis tinggi.Buah Naga jenis Super Red Dragon (Hylocereus Costaricensis) yang ditanam dilahan seluas 6500 m persegi dengan 5000 batang buah naga stiap enam bulan  mampu menghasilkan 25 ton buah naga segar.

 Hasil panen yang tidak terserab ke pasar lama kelamaan menumpuk dan tidak semua laku terjual, bila didiamkan saja buah naga akan busuk dan akhirnya merugi. Sri Subekti mencari informasi bagaimana mengolah buah naga agar lebih tahan lama. Ternyata Dewi Fortuna sedang berpihak pada wanita tinggi besar ini.

“Suami saya dikirim ke Taiwan oleh Dinas Pertanian Sragen selama satu tahun guna belajar mengolah hasil panen,”paparnya. Lantas, berdasarkan ilmu yang diperoleh hasil panen buah naga tahun 2006  ia mengolah buah naga  menjadi sirup dan minuman fermentasi.

Bahan-bahan yang digunakan semuanya alami dan tidak berbahaya. Meskipun prosesnya masih manual tetapi ia menjamin rasa dan aroma tetap segar dan natural. Cara pemrosesannya, pertama-tama buah dibersihkan baru dihaluskan menggunakan power juice agar ampas dan sari buah langsung terpisah. Lalu dimasak bersama air gula selama beberapa jam. Untuk minuman fermentasi, setelah dimasak baru dilakukan proses fermentasi selama satu bulan. Agar steril, botol kemasan dikukus terlebih dahulu baru dimasukkan sirup atau minuman fermentasi.Alumnus SMA 1 Sragen ini ini kini sedang mengurus sertifikat halal dari MUI untuk minuman fermentasi.

 “Saat diuji, kadar alcohol dari minuman fermentasi masih 0,8, sedangkan sertifikat halal dari MUI kadar alkohol minimal harus 0,7. Karena belum mendapatkan cara lain, kiat yang ia tempuh adalah dengan memproduksi sedikit-sedikit agar kadar alkoholnya rendah dan berhasil. Kadar alkohol minuman fermentasi buah naga produknya kini kadar alkoholnya menjadi 0,6 dan bisa dipasarkan sesuai ketentuan kehalalan,”papar Sri senang.

Sejak tahun 2007  sirup dan minuman fermentasi buah naga dengan merek Minaga telah dipasarkan dengan harga relative murah, Rp 35 ribu untuk sirup,  dan Rp 40 ribu untuk minuman fermentasi.Kini ada 12 karyawan yang membantunya untuk menghasilkan  100 botol sirup dan minuman fermentasi dalama sehari. . Sri berharap bisa membuat pabrik sirup dan minuman fermentasi dari buah naga sendiri dengan volume lebih banyak.

Selama ini Sri sering memperoleh masukan dari pelanggannya agar mengubah botol dan kemasan sirup dan fermentasi buah naga agar lebih menarik dan agar tidak sama dengan kemasan minumas keras yang banyak beredar di pasaran.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari