Tanggal Hari Ini : 21 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Bentuk Kelompok Kerja Untuk Memproduksi Boneka
Jumat, 04 Mei 2012 15:53 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Berbekal ilmu yang diperolehnya saat bekerja  diperusahaan milik orang Korea yang bergerak memproduksi boneka, Taryub akhirnya memberanikan diri untuk memproduksi boneka sendiri. Saat itu, sewaktu krisis moneter berlangsung, perusahaan tempat ia bekerja mengalami kendala finansial sehingga harus berhenti beroperasi.  Banyak karyawan dirumahkan. Termasuk Taryub. Bagi Taryub keadaan ini adalah bencana. Untuk melamar ke tempat lain sudah tidak mungkin, selain banyak perusahaan serupa yang tutup, usiapun menjadi salah satu faktor kendala.

Karena  kepepet  dan tidak memiliki mata pencaharian lain, lelaki yang akrab disapa Ayub inipun ikut-ikutan teman seperjuangannya memproduksi boneka. Sama seperti bekerja dulu.  “Saya  nekad memproduksi boneka sendiri. Uang pesangon sebanyak Rp20juta  saya gunakan semuanya untuk membeli mesin jahit sebanyak 20 buah dan bahan baku. Saya juga mengajak teman-teman yang masih menganggur untuk bekerjasama dengan saya sebagai pengrajin,”kenangnya.

Karena sudah berpengalaman dalam produksi boneka, lelaki kelahiran Sumedang 45 tahun silam ini tidak kesulitan dalam mencari bahan baku. Bahan yang ia gunakan adalah bahan nilex, pelboa, ilpo, polister. Untuk memperoleh bahan tersebut, ia menghubungi kembali suplier yang dulu menjadi supplier di tempat ia kerja.  

Untuk pemasaran, lelaki yang memiliki hobi olah raga ini masih mengandalkan agen-agen yang pernah menjalin kerjasama dengan dirinya.Caranya, ia membawa contoh produk yang ia produksi, kemudian ia tawarkan kepada aegn-agen untuk menjualnya dengan sistem kepercayaan.

Agen-agen inilah yang mendistribusikan lagi ke berbagai reseller baik di Jakarta maupun luar daerah. Kini agen-agennya ada di Pondok Kopi, Pasar Pagi Mangga Dua dan Asemka. Harga yang ia berikan kea gen mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung bahan dan desain boneka. Untuk agen mereka harus membeli dalam jumlah tertentu untuk memperoleh harga khusus tersebut.

 

Kelompok Kerja

Pasar  produk-produk boneka ternyata cukup prospektif. Hal ini membuat Taryub semakin bergairah berbisnis. Namun karena para follower juga semakin banyak ia berfikir  mengembangkan usahanya dengan cara membentuk kelompok kerja, dengan cara membentuk kelompok-kelompok berjumlah 5 hingga 10 orang dengan spesifikasi khusus.

“Saya berdayakan masyarakat sekitar tempat tinggal saya di daerah Cakung, Jakarta Timur. Mereka saya bina membuat kelompok kerja menjadi tiga kelompok. Ada yang kebagian membuat kaki, badan, atau baju. Setiap kelompok memiliki tugas sendiri-sendiri. Setiap orang mendapat upah Rp 1.500 persekali memasang boneka,” terangnya.Ternyata cara ini,  menurut anak ke empat dari lima bersaudara pasangan Uho dan Encum ini cukup berhasil. Banyak masyarakat yang menganggur tergiur untuk bergabung pada kelompok yang dibuatnya.

Akhirnya, mesin-mesin miliknya, yang tadinya  dipakai sendiri kini dipinjamkan kepada kelompok-kelompok tersebut. Dengan cara ini Taryub, tidak lagi mengeluarkan biaya operasional tenaga kerja, dan para perajin yang tergabung dalam kelompok-kelompok kerja dapat mengerjakan dengan waktu yang fleksibel. 

 

Perbesar Usaha

Bisnis Taryub mulai besar, dan kian bertambah. Karenanya, ia perlu dukungan modal tambahan untuk membeli bahan baku pembuatan boneka. Seorang teman memberi informasi mengenai kredit untuk mengembangkan usaha.

Melalui rekomendasi temannya pula, Taryub, mendatangi  BRI KCP Pondok Kopi untuk mengajukan kredit usaha. Ia memperoleh Kredit Usaha Rakyat, dengan pinjaman sebesar Rp5juta. Proses pengembaliannya selama satu tahun, dengan cicilan setiap bulannya sebesar Rp 517 ribu/bulan. Modal tambahan ini sangat berarti bagi usaha Taryub.

Selain memperoleh kepercayaan dengan kredit KUR, Taryub juga diajak Bank BRI untuk mengikuti berbagai pameran dagang. Alhasil kegiatan yang diikutinya ini memberikan peluang usahanya lebih dikenal dan lebih berkembang lagi karena semakin banyak pelanggan yang memesan bonekanya.

Tentu ini kabar yang menyenangkan. Karena ternyata BRI sangat peduli dengan pengusaha mikro seperti dirinya. Setidaknya, kini omzetnya kian hari kian bertambah. Kelompok Kerja yang tergabung juga semakin banyak sehingga dapat membantu para pengangguran atau ibu rumah tangga memperoleh penghasilan dengan layak tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari