Tanggal Hari Ini : 21 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Seni Mengelola Rumah Makan Padang
Senin, 14 Mei 2012 16:57 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Rumah Makan Padang (RMP) adalah salah satu usaha fenomena di negeri ini. Betapa tidak, salah satu bisnis yang paling luas jangkauan dan sebarannya adalah RMP. RMP juga melahirkan pebisnis-pebisnis baru dari proses magang sebelumnya. Rohani (53) misalnya, pemilik RMP Tanjung ini sebelumnya adalah juru masak di salah satu rumah makan Padang di Jakarta.  Setelah memiliki uang yang cukup ia  memberanikan diri membuka usaha RMP sendiri.

Modal yang dipersiapkanpun antara lain dengan membuka tabungannya Rp6juta, Rp4juta ia gunakan untuk sewa tempat usaha selama setahun,  bayar biaya rekening listrik listrik Rp 60 ribu perbulan, uang untuk belanja harian Rp 350 ribu, ada sedikit biaya tambahan lainnya.

Ia sengaja mengambil segmen kelas menengah bawah, dengan kisaran harga jual  Rp5 ribu untuk nasi dan seiris telor goreng, hingga Rp11 ribu untuk nasi dengan lauk ayam, dendeng atau kikil. Keuntungan sedikit tidak apa-apa, namun harapannya adalah pelanggan yang datang lebih banyak jumlahnya. Dalam sehari RMP yang dikelolanya menghasilkan omzet Rp800ribu hingga Rp1juta.

Kiat Sederhana

Dalam mengelola RMP, Rohani memiliki kiat yang sangat sederhana. Usai tugas memasak dilakukan pertama yang ia lakukan adalah mendatangi ruko-ruko sesama pedagang di radius 100 meter dari tempat usahanya, terutama jika pagi hari. Setiap hari hal ini ia lakukan sehingga para pedagang yang tak jauh dari tempatnya usaha mengenal dan menjadi pelanggannya paling awal.

Kedua, ia memberlakukan layanan pesan antar, dan sesegera mungkin mengantarkannya kepada pelanggan. Hal ini ia lakukan karena kini banyak orang yang tidak memiliki waktu untuk keluar kantor atau rumah untuk makan baik karena kesibukan atau karena ada keperluan lain.  Layanan antar ini sangat efektif membina hubungan kepercayaan dengan pelanggan.

Ketiga,tetap efisien dan tidak menaikkan harga meskipun bahan baku melonjak harganya. Kenaikan harga perlu namun harus dengan momentum yang tepat, menaikkan harga jual semena-mena berpotensi ditinggalkan pelanggan. Cara yang dilakukan Rohani adalah dengan melakukan variasi produk yang harganya terjangkau oleh pelanggannya, misalnya ia tidak menjual kepala kakap karena harga jualnya cukup tinggi, ia menggantikan dengan  kepala tongkol, ia juga menambah produk seperti perkedel, tempe bumbu dan tahu goreng dengan bumbu Padang. Dengan cara seperti ini, menurut Rohani, pelanggan tetap merasakan ciri khas masakan Padang. Ia juga membuat menu lontong sayur dan gado-gado khas Padang, dengan tujuan untuk mensiasati kenaikan harga menu utama dan mengatasi kejenuhan pelanggan. Saat ini saya sedang melakukan survey apakah masakan saya bisa di terma pasar atau tidak.

 Orang Jawapun Bisnis RMP

Bisnis RMP memang menggiurkan. Cita rasanya dapat diterima di semua orang, layanan dan penyajian cepat sehingga mempermudah pelayanan kepada pelanggan, dan pengelolaannya mudah.  Tri Ari Ningsih, pemilik RMP Padang Safari adalah wanita asli  dari Jawa Tengah, yang menjadi menantu seorang pemilik RMP di Kawasan Jakarta Timur. Semula Tri ragu dapat mengelola usaha RMP, terutama cara memasaknya, namun setelah berkali-kali diajarkan sang mertua, dan di tes citarasanya oleh sang mertua, hingga magang selama lima tahun lebih,   ia pun yakin untuk mengelola RMP sendiri. Kini usaha RMP yang ia kelola memiliki omzet Rp2-2,5juta per hari. 

Untuk membuka RMP banyak tips mengelola dan menjual agar sukses. Seperti yang diungkapkan Tri Ari ini. Ia misalnya menggunakan telor bebek, dan bukan telor ayam. Telor bebek memiliki cita rasa yang lebih kuat terutama jika disandingkan dengan bumbu-bumbu masakan Padang. Ia juga hanya menjual kepala kakap dalam bentuk utuh, tidak setengah, karena akan terlihat lebih segar dan menggiurkan selera makan pelanggan.

Selain itu, bumbu-bumbu dan cara pemasakan harus dilakukan sendiri atau kepada orang yang telah dipercaya untuk melakukannya, hal itu untuk menjaga citarasa yang konstan dari menu RMP yang dikelolanya.  

Meski harga jual produk-produknya lebih tinggi dari RMP lainnya, namun menu yang disajikan selalu habis, misalnya Rp 9 ribu untuk menu nasi pakai telor hingga Rp 22 ribu untuk menu nasi pakai ikan kakap.“Soal rasa pelanggan berani membayar mahal,” cetusnya.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari